Rabu, 02 Juli 2014

DREAM SHOP COFEE

Luka di malam prom yang membuat megu enggan mengingat masa bahagia sma dan menjadi trauma yang membuatnya melupakan percintaan indah dan membuatnya melampiaskan pada pendidikannya. Dalam kesedihannya, megu selalu di ungkapkan dengan sebuah kopi di sebuah Coffee Shop milikku. Dan malam ini megu kembali duduk dimeja favoritnya seorang diri dengan secangkir kopi latte menemaninya di malam prom yang begitu meriah tanpanya. Namun, bagiku megu merupakan hadiah yang belum aku mengerti, seperti apakah hadiah ini, hadiah yang membawa kebahagiaankah? atau merupakan masalah yang melukai banyak pihak?. Bohong jika aku tak memiliki rasa suka padanya, Namun aku yang seorang duda dengan seorang putra yang sudah cukup besar bukanlah hal yang mudah mendekati gadis belia muda yang baru saja lulus dari sma. akankah cerita ini menjadi sebuah Happy ending ataukah malah menjadi kisah sendu yang menguak banyak luka dari kisah ini atau, ada jawaban ketiga yang bisa kami pilih menjadi opsi yang lebih baik.

"Seperti biasa neng? " aku mendakati dirinya di mejanya yang terkepung tetesan hujan dengan sebuah payung yang melindungiku dari brondongan hujan deras. Namun dia hanya membalas senyuman manisnya yang hambar.  "Boleh gabung? " dia hanya tersenyum dan mengangguk kecil,  akupun melipat payungku dan duduk didepannya.  Sekali lagi dia lemparkan senyumannya dan aku membalasnya dengan senyuman ramah.  "Sendiri lagi? " dia tertunduk seakan ada yang di pikirkan.  "Iya mas...  Sendiri" diapun kembali menunduk seakan menghindari kontak mata denganku. "Saya bukan orang jahat kok,  saya pemilik coffee  shop Dream ini" dia tertawa kecil seakan ada yang lucu dari ucapanku. "Iya saya sudah tau om siapa" dan dia tertawa kecil seakan menertawakan sesuatu.  "Ah iya jga ya" akupun tertawa mengingat ucapan tololku tadi,  dan dia pun ikut tertawa bersamaku.  Wajah tersenyumnya sungguh manis dan membuat jantungku berdebar-debar.  "Gimana kopinya?  Mantap? " aku segera mengalihkan percakapan untuk menenangkan jantungku yang berdebar-debar. Dirinya tersenyum sambil memikirkan sesuatu "Seperti biasa om,  mantap... ". Aku tersenyum merasa puas karena pelanggan setiaku memuji kopi buatanku "Kenapa gak pindah ke dalam aja,  diluar kan hujan,  kamu gak dingin? ". Megu diam sejenak "Sebenernya sih dingin om,  tapi ak takut kopinya kehujanan pas pindah ke dalam". "Hahaha jadi itu yang bikin kamu gak pindah?" megu mengangguk sambil tersenyum malu. "Ya udah sini kita pindah kedalam saya bawa payung cukup besar kok?" aku mengambil cangki kopinya dan membuka payung.  "Iya om, terimakasih ya om" wajahnya terlihat sumringah dan segera menempel di dekatku yang teduh tak tersentuh brondong hujan dan lagi jantungku berdebar-debar  dan kali ini bukan main kerasnya. 

"Jadi... kenapa kamu tidak masuk ke dalam?" Dengan hati-hati ku membuka pintu kafe yang transparan dan masuk kedalam. "Hah...?" Wajahnya terlihat bingung dwngan pertanyaanku. "Di gedung sebelah" sembari jari telunjuk kiriku menunjuk kearah sebelah kananku. Sejenak dia terdiam "mmm...." akupun meletakan kopi yang kubawa kesebuah meja disebuah pojokan ruangan cafe yang menurutku memiliki pemandangan yang menarik. "Tidak keberatan jika kuletakan disini?" Aku bertanya padanya yang sedang kebingungan menjawab pertanyaanku. "Silahkan..." jawabnya dengan senyuman manisnya. "Baiklah ak permisi dulu" tanpa menunggu jawabannya akupun pamit pergi dan memalingkan wajahku. "Karena tidak ada yang menungguku disana" suaranya terdengar lirih membuatku kembali menatapnya yang sedang tertinduk. "Gadis secantik dirimu?" Aku menatap wajahnya yang perlahan terangkaat dan mulai menatapku "aku heran pria bodoh macam apa yang tidak ingin pergi dengan hadis secantik dirimu" ucapanku memaksanya tertunduk malu dan membuatnya salah tingkah. "Jangan bercanda, a ak aku tidaklah secanik itu" terlihat sekali gelagatnya yang salah tingkah itu membuatku tertawa. "Hahahaha... setidaknya apa tidak ada teman dekatmu yang akan merasa kehilanganmu?" Megu tersentak dan segera duduk di kursinya "sepertinya mereka bahagia tanpaku" dengan kesal dia segera memalingkan wajahnya keluar jendela. "Benarkah? Lalu kenapa telepon genggamu terus bergetar?" Megu panik dan segera mengambil hpnya didalam tas, namun sepertinya bukan dari orang yang dia harapkan karena, segera ia letakan hpnya dimeja dengan posisi terbalik. "Bukan ya, apa dari orang yang membuatmu tidak mau hadir gedung sebelah?" Megu tersentak kaget "dari mana kamu tau, dasar sok tau". "Karena wajahmu semacam bilang gitu" wajah megu semakin terlihat kesal. "Kalo ia emang kenapa?" Aku tertawa mendengar dan duduk di depannya "mmm... jadi mantan kekasih ya" dia semakin donkol saja. "Biarin, lagian apa itu mantan kekasih, telepon genggam kuno sekali" aku tertawa melihat ekspresinya "Hahaha...maaf deh maaf aku gak maksut jelek kok" megu segera menyeruput kopinya yang sudah dingin "iyabaku maafin tapi kopiku sudah dingin nih" aku segera meraba cangkir kopinya untuk memastikan "Mau aku panasin?" Dia tersenyum malu " mmm boleh kalo gratis" ak tersenyum menatapnya" tentu gratis buat kamu apa sih yang enggak hahahaha" aku beranjank dari kursiku membawa cangkir kopinya. "Kenapa gak kopinya sekalian gratis hehehehe" jawabnya usil. "Kalo gratis nanti aku bisa bangkrut loh" megu mendengus kesal "memang bisa bangkrut ya" teriaknya. 

Aku kembali setelah menghangatkan kopinya dengan membawa sebuah handuk kecil dan duduk di sebelahnya "ini kopinya dan ini handuknya" megu terlihat terkejut denhan handuk yang aku bawa."  Terimakasih" jawabnya singkat. "Kenapa kamu suka kopi hitam?" "Mmmm... jadi, aku selalu minum kopi hitam yang pait supaya menggambarkan paitnya hatiku saat ini gitu" dengan wajah bingun aku menatapnya "jadi setiap kamu ke sini suasana hatimu lagi pait donk" "mmm... sepertinya gitu" "aku jadi penasaran kamu bakal minum apa kalo kamu lagi senang?" Megu tertawa mendengar ucapanku "mmm aku jga minum kopi lah, tapi ak pesanya yang manis" " oooww apa sih yang bikin kamu suka kopi?" Megu terlihat bingung dangan pertanyaanku "mmm gak pernah aku kepikiran ke situ sih, tapi apa yah... menurutku mungkin kopi adalah minuman yang biasa diminum orang saat lagi ngumpul barang jadi, setiap aku minum kopi aku merasa gak sendirian walaupun aku lagi minum sendirian dan lagi kopi indonesia merupakan kopi terbaik didunia jadi ya sebagai orang indonesia aku juga harus menyukai produk negara sendiri kan" dengan bangga megu memaparkan alasannya "ciee... orang indonesia sejati nih?" "Ialah hehehehe..." "tapi aku setuju loh sama pendapatmu yang pertama, wah untuk anak sma ok juga pemikirannya" "iya donk aku kan gini-gini pintar" 

Selasa, 17 Desember 2013

Bagi seorang penggemar idolanya adalah sebuah panutan yang sangat mereka kagumi, hormati, dan ingin mereka tiru gerak-geriknya. Bagi seorang penggemar kesedihan idolanya adalah kesedihannya juga, kebahagiaan idolanya adalah kebahagiaannya juga. Namun kami sebagai penggemar akan sangat kecewa jika idolanya selalu sedih dan selalu mengeluh. Kami berarap Idola kami selalu sempurna walaupun dia bukanlah tuhan tang tanpa cacat. kami berharap dia selalu tersenyum bahagia walaupun di raihnya dengan luka sakit dan kesedihan yang tiada tara karena kemulah sang idola yang akan selalu menjadi penerang kami di jalan setapak yang gelap.

untuk itu kami mau bangkitlah saat kamu sedang terpuruk agar kami belajar bagai mana caranya bangkit dari keterpurukan. Tersenyumlah saat kamu sedang merasakan sedih agar kami tau bagai mana caranya membagi kebahagiaan meskipun di saat kami sedang bersedih. Marahlah pada kami jika kamu menyinggung perasaan kamu agar aku dan kamu bisa saling memahami karena kamipun juga akan melakukan hal yang sama . Sesali semua kekhilafanmu agar kamu bisa kami maafkan dan kamu dapat lebih mudah memperbaiki diri. Dan menangislah sesekali agar kami tau bagai mana harus menghiburmu saat kamu sedang gundah. dan taukah kamu, kamu telah mengajarkan begitu banyak ketegaran dan belajar bersama kami tentang arti kehidupan

tulisan ini saya dedikasikan buat semua aktor, aktris, penyanyi, musisi, dan semua idola di seluruh dunia agar mereka tidak pernah melupakan penggemarnya dan terus berkarya dengan sebaik-baiknya dan jangan tinggalkan kami para penggemarmu karena kamipun tidak akan pernah meninggalkanmu

Rabu, 11 Desember 2013

cow : yang yuk
cew : gak ah kan kita belum nikah
cow : apa coba bedanya sekarang atau nanti stlh nikah?
cew : . . . .
cow : sama aja kan?, ayo dong :
cew : gak aha, beda tau
cow : apa bedanya?
cew : beda lah kalau sbelum menikah banyak resikonya. pertama saat kamu gak menikah denganku kamu akan mencampakan aku seperti sekantong sampah dan aku pasti akan sangat menyesal dan menderita karena terus memikirkan sepanjang waktu apa yang sudah aku hilangkan dan apa akan ada pria yang mau untuk menikahiku nanti. sedangkan dirimu kamu bisa menikahi wanita manapun yang kamu inginkan tanpa merasa kehilangan apa-apa dan rasa bertangung jawab.
cow : aku pasti menikahimu kok yank
cew : kalaupun iya kamu nikahin aku itu karena kamu terpaksa karena merasa bersalah atau karena aku memaksamu dengan keras dan setelah menikah kamu akan menganggapu wanita rendah dan sudah tidak asik lagi sehingga kamu akan mencari wanita lain utuk bersenang-senang. atau mungkin karena aku sudah hamil dahulu dan itu pun aku yang menanggung malu dan hinaan masyarakat.
cow : jangan sampai donk yang kan kita pake pengaman, aku tuh cinta ama kamu sampai mati kok yank
cew : tentu saja kalau pun aku hamil kamu paling menyuruhku untuk mengguggurkan anak ini atau mungkin kamu menghilang dari hidupku dan meninggalkan aku sendirian dengan aib yang besar ini.
cow : trus kamu mau gimana? kamu mau ninggu nanti trus apa bedanya coba ama ngelakuin sekarang
cew : kalau setelah menikah itu pasti kamu sudah mantap untuk menikahiku dan mau menerima aku walaupun banyak sekali kekuranganku begitu juga sebaliknya. dan pastinya kita menikah karena kita saling mencintai dengan segala rasa hormat dan menghargai satu sama lain, dan kamu melakukannya dengan rasa bahagia dan pastinya dengan kehormatan sebagai laki-laki. yang pasti hubungan kita akan menjadi ibadah yang akan menjadi tabungan kita untuk membeli tiket ke surga.
cow : kehormatan macam apa itu? kau bisa malu kalau temen2q tau aku masih perjaka
cew : kalau begitu maaf aku gak bisa sama kamu lagi karena aku sudah tau orang macam apa kamu kamu hanya memikirkan egomu saja dan kamu gak punya rasa hormat dan menghargai orang lain terutama wanita. laki-laki seperti itu bagai mana bisa mengatur keluarga dan dirinya sendiri

No pada Free sex soalnya itu ggk cool ma men hahahahahahahaha
dan ulasan di atas hanyalah ke tidak coolann yang ada di pikiranku semoga bisa menjadi inspirasi kita, bye.

Iri by Sukastic

Iri from SUKASTIC on Myspace.